Permulaan

Setiap kegiatan pasti diawali dengan permulaan. Mungkin beberapa orang akan kesal dengan pernyataan tersebut, karena memang sudah jelas kata “awal” adalah persamaan dari “mula”. Namun jika dipahami lebih dalam, sebenarnya salah satu faktor kegiatan yang sukses berawal dari permulaan yang baik, dari niat yang tulus, baru kemudian dijalani dengan ikhlas. Walaupun begitu, permulaan bisa menjadi kegiatan tersendiri dalam suatu kegiatan. Jika kita membaca literatur terkait, energi yang diperlukan untuk menyalakan api pada pemantik jauh lebih besar daripada ketika api tersebut sudah menyala. Sebaliknya, api yang tetap menyala justru mengeluarkan tenaga yang menghangatkan, entah itu makanan, minuman, atau mungkin suhu ruangan kita.

Pengalaman dalam kegiatan permulaan itu mungkin dialami oleh pengarang saat ini. Pengarang adalah seorang manusia yang ingin sekali menulis, namun tersendat karena tidak bermula. Maksud tidak bermula di sini adalah ketidakmampuan untuk berani melakukan kegiatan permulaan, tidak mempersiapkannya dengan baik, sehingga untuk memulainya menjadi terlantar dan terus mundur terhadap waktu. Jika diingat-ingat, pengarang mempunyai tempat seperti ini pada tahun 2011, tapi sekarang sudah dihapus tanpa alasan yang jelas.

Tidak seperti penulis yang ada di media sosial dan tiba-tiba muncul di hadapan pembaca dengan tema-tema yang membuat pembaca ingin membicarakan hal tersebut, pengarang ingin menulis cerita sehari-hari yang mungkin tidak menarik, tidak patut untuk didiskusikan, namun hikmahnya sangat berkesan dan mendalam. Semua cerita-cerita yang pengarang tuangkan di sini bisa menjadi pengalaman yang berharga, baik untuk pengarang di masa mendatang, biarpun cuma berbeda lima menit, maupun untuk pembaca sekalian. Semoga ruang ini tidak dihapus seperti yang pengarang lakukan sebelumnya.

Pengarang pernah membaca teori psikologi yang menyatakan bahwa perilaku seseorang akan berubah jika seseorang tersebut mengetahui ada pengamat yang sedang melakukan pengamatan terhadap dirinya. Sebagai peringatan, pengarang bisa jadi akan mengetik mengenai kejadian sehari-hari yang sangat berkaitan dengan sekitar, dan itu bisa melibatkan pembaca secara pribadi. Oleh karena itu, pengarang akan berusaha sekuat mungkin untuk menutupi apapun ciri-ciri yang ditulis nanti. Pengarang mempersilakan pembaca untuk membayangkan dan memahami secara luas mengenai tulisan pengarang. Pemahaman yang luas namun bertanggung jawab diperlukan untuk mencerna tulisan pengarang di tempat ini.

Akhirnya, semoga permulaan pengarang untuk menulis selesai di sini. Dengan niat yang baik dan usaha yang gigih, pengarang ingin menulis paling lambat setiap dua minggu. Hal ini dimaksudkan supaya pengarang bisa menulis dengan baik dan berkualitas serta pembaca bisa membaca tulisan dengan berkala. Tidak melelahkan penulis karena terlalu sering dan tidak membosankan pembaca karena terlalu jarang.

 

 

Jakarta Selatan, 20 September 2018

ttd.

Pengarang